Menatap Indonesia Emas: UIN Ponorogo Cetak 40 Kader Penggerak Moderasi Beragama
PONOROGO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar Workshop RPS Berbasis Moderasi Beragama sekaligus Launching Pedoman Pengembangan Indeks Keagamaan Mahasiswa pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Lantai 3 Kampus 1 UIN Ponorogo ini diikuti oleh sekitar 67 peserta dari unsur pimpinan, pengelola LPPM, perwakilan dosen tiap fakultas, hingga instansi mitra.
Kegiatan ini digagas oleh Pusat Moderasi Beragama LPPM UIN Ponorogo di bawah kepemimpinan Muhamad Nurdin, M.Ag. selaku Kepala Pusat (Korpus) Moderasi Beragama.

Ketua LPPM UIN Ponorogo, Dr. Unun Roudlotul Janah, M.Ag., menyampaikan bahwa agenda ini diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama berkonsep Outcome-Based Education (OBE). Selain itu, workshop ini bertujuan mematangkan instrumen pengukuran indeks keagamaan bagi mahasiswa.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M.Ag., Guru Besar Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang. Dalam pemaparannya, beliau mengajak para dosen membedah 8 Dimensi Indeks Keagamaan serta merancang integrasi indikator keberagamaan ke dalam draf RPS eksisting. Para peserta juga dibimbing oleh tim panitia yang dikawal oleh Muhamad Nurdin, M.Ag. dalam penyelarasan CPL-CPMK, penentuan tugas berbasis proyek (PjBL), hingga penyusunan rubrik penilaian terukur.

Rangkaian acara diakhiri dengan peluncuran resmi Pedoman Pengembangan Indeks Keagamaan Mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Melalui kegiatan ini, Pusat Moderasi Beragama dan LPPM berharap seluruh instrumen pembelajaran serta tata kelola akademis kampus dapat makin adaptif dan mencerminkan nilai-nilai moderasi secara nyata.