Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang ekoteologi, Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 126 Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi BIRUTA (Biopori Rumah Tangga) pada hari Minggu, 2 Agustus 2026 di Lapangan Balai Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui penerapan teknologi biopori sebagai salah satu upaya sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas tanah.

Sosialisasi BIRUTA dilaksanakan berdasarkan kondisi Desa Plumpung yang merupakan kawasan pertanian di lereng Gunung Lawu dengan potensi limbah organik rumah tangga dan hasil pertanian yang cukup melimpah. Namun, limbah organik tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan. Di sisi lain, kemampuan tanah dalam menyerap air juga mulai berkurang akibat pengelolaan lingkungan yang belum maksimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep biopori sebagai solusi yang mampu mengolah limbah organik menjadi kompos sekaligus meningkatkan daya resap air tanah. Upaya tersebut selaras dengan nilai-nilai ekoteologi Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga dan melestarikan lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat guna mendukung kelancaran program. Selanjutnya, kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan penyampaian materi mengenai pengertian, manfaat, tata cara pembuatan lubang biopori, serta jenis-jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan, seperti daun kering, sisa sayuran, kulit buah, dan sampah organik rumah tangga lainnya. Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai proses pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas lahan pertanian. Dalam pelaksanaannya, kegiatan didukung oleh berbagai perlengkapan, antara lain sekop, galon bekas, penutup biopori, sekam padi bakar, molase (EM4), serta bahan organik rumah tangga sebagai media praktik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik secara mandiri melalui teknologi biopori. Selain meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan, penerapan biopori juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga, meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lahan pertanian, serta menumbuhkan budaya menjaga lingkungan yang berkelanjutan berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.


Kelompok KPM : Kelompok Multidisiplin 126 Plumpung, Plaosan, Magetan
Lokasi KPM : Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan
Penulis : Ratna Fauziatul Istiqomah