Screenshot 2026-08-03 133606

Pelatihan Ecoprint di Totebag, Mahasiswa KPM Kolaboratif Moderasi Beragama Dorong Kreativitas Ibu-Ibu Dasawisma Dusun Bentis

Kamis, 30 Juli 2026 – Mahasiswa KPM Kolaboratif Moderasi Beragama Kelompok 2 yang terdiri atas mahasiswa UIN Ponorogo dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan pelatihan pembuatan ecoprint pada totebag pada pukul 13.30 siang yang bertempat di Rumah Ibu Ratin. Kegiatan yang merupakan bagian dari program KPM ini diikuti oleh 20 ibu-ibu arisan Dasawisma Dusun Bentis. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat serta memberikan keterampilan berbasis pemanfaatan bahan alami.

Kegiatan diawali dengan agenda rutin arisan ibu-ibu Dasawisma Dusun Bentis yang berlangsung dengan penuh keakraban. Setelah itu, mahasiswa KPM memberikan pemaparan mengenai ecoprint, mulai dari pengertian, manfaat, hingga teknik dasar pembuatannya. Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan, terutama terkait pemanfaatan daun dan bunga di sekitar lingkungan sebagai media untuk menghasilkan motif yang unik dan bernilai estetis.

Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecoprint pada totebag. Para peserta diajak untuk memilih dan menyusun daun serta bunga di atas kain totebag, kemudian melakukan proses pencetakan hingga menghasilkan motif alami yang beragam. Dengan pendampingan dari mahasiswa KPM, seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan menghasilkan karya ecoprint mereka masing-masing hingga kegiatan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Mahasiswa KPM Kolaboratif Moderasi Beragama Kelompok 2 menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. “Melalui pelatihan ecoprint ini, kami berharap ibu-ibu Dasawisma Dusun Bentis dapat memperoleh keterampilan baru yang tidak hanya bermanfaat untuk mengisi waktu luang, tetapi juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai dan memanfaatkan kekayaan alam di sekitar secara kreatif dan ramah lingkungan,” ungkap perwakilan mahasiswa KPM.

Pelatihan ini menghasilkan karya totebag ecoprint yang dibuat langsung oleh seluruh peserta. Keberhasilan para ibu dalam menghasilkan produk ecoprint menunjukkan besarnya antusiasme dan semangat belajar masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan guna mendorong pemberdayaan masyarakat dan menumbuhkan kreativitas berbasis kearifan lokal dan pelestarian lingkungan.

Penulis: Muhaimin Isnaini