PONOROGO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melalui Pusat Moderasi Beragama bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (PUSBANGKOM-MKMB) Kementerian Agama RI resmi menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Pemuda Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (7–9 Oktober 2026), dipusatkan di Aula Gedung Pascasarjana Kampus 1 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Jalan Pramuka No. 156, Ponorogo. Pelatihan ini secara khusus melibatkan 40 perwakilan pimpinan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dari berbagai fakultas.
Kurikulum Intensif 30 Jam Pelajaran (JP)
Pelatihan yang dipadatkan selama tiga hari ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan analisis sosial dan kepemimpinan moderat. Pada hari pertama (7 Okt), peserta difokuskan pada pemahaman kebijakan, komitmen belajar, penguraian asumsi, serta Scenario Thinking Indonesia masa depan. Berlanjut ke hari kedua (8 Okt), materi diarahkan pada pendalaman analisis sosial dengan metode Iceberg Analysis, konsep dan landasan teologi moderasi beragama, hingga pembedahan 9 kata kunci utama. Pelatihan kemudian ditutup pada hari ketiga (9 Okt) dengan penguatan wawasan kebangsaan, penerapan Proses U, serta penyusunan rancangan usulan aksi nyata sebagai komitmen tindak lanjut peserta.
Menyiapkan Kader Pelopor Moderasi di Kampus Ketua LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Hj. Unun Roudlotul Janah, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pelopor dan penggerak moderasi beragama di kalangan pemuda, khususnya para pimpinan organisasi kemahasiswaan.
“Melalui alokasi 30 JP ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi diajak membedah asumsi, menganalisis fenomena sosial masyarakat dengan pendekatan Iceberg Analysis, hingga merancang program aksi nyata di lingkungan kampus dan masyarakat,” tegas pihak LPPM.

Seluruh peserta yang dipanggil diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib, presensi penuh, dan tanggung jawab demi terwujudnya iklim kampus yang inklusif, toleran, dan berkeadaban.