Screenshot 2026-08-03 121549

Lawan Perundungan Sejak Dini! Mahasiswa KPM 02 UIN Ponorogo dan STABN Raden Wijaya Sulap SDN 1 Wagir Lor Jadi Zona Bebas Bullying

Ponorogo, 25 Juli 2026 – Mahasiswa KPM 02 Kolaboratif Moderasi Beragama yang terdiri atas mahasiswa UIN Ponorogo dan STABN Raden Wijaya Wonogiri melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SDN 1 Wagir Lor, Kecamatan Ngebel. Kegiatan diikuti sekitar 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan (bullying) serta menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh pihak sekolah, mahasiswa KPM, dan seluruh peserta. Selanjutnya, mahasiswa KPM menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan. Materi disampaikan oleh Moh. Fatkhur Rohman secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh seluruh siswa.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan antusias. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait perilaku yang termasuk dalam tindakan bullying. Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta kemudian menempelkan kertas bertuliskan pesan dan ajakan anti bullying sebagai simbol dukungan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan bebas dari perundungan. Kegiatan ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama.

Perwakilan mahasiswa KPM 02 Kolaboratif Moderasi Beragama, Moh. Fatkhur Rohman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kepedulian sosial sejak dini. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, adik-adik dapat lebih memahami bahwa setiap orang berhak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar. Semoga pesan anti bullying yang telah disampaikan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa SDN 1 Wagir Lor dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menghentikan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Ke depan, diharapkan semangat anti bullying dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di kalangan siswa. Selain mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya generasi yang berkarakter, toleran, dan saling menghargai.

Penulis: Mohammad Fatkhur Rohman