J

Dari Dapur ke Nilai Guna: Kolaborasi KPM 27 dan Fatayat Ranting Ngunut Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Fatayat Ranting Ngunut menyelenggarakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Ahad Legi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 27 yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Tidak hanya mengikuti pengajian, mahasiswa KPM 27 juga memberikan sosialisasi sekaligus memandu praktik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bersama ibu-ibu Fatayat yang hadir sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.

 

 

Pada acara inti, mahasiswa KPM 27 menjelaskan tahapan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak bekas, pencampuran dengan bahan pengeras dan pewangi, hingga pencetakan menjadi lilin siap pakai. Penjelasan ini kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung yang dikerjakan bersama-sama dengan ibu-ibu Fatayat yang hadir.

 

 

Sepanjang kegiatan, ibu-ibu Fatayat tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik dan memberikan apresiasi positif terhadap sosialisasi yang disampaikan. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan berencana mempraktikkan pengolahan minyak jelantah ini secara mandiri di rumah masing-masing. Antusiasme dan apresiasi yang ditunjukkan ibu-ibu Fatayat menjadi bukti bahwa sosialisasi ini berhasil menarik minat masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, sedangkan rencana sebagian ibu-ibu untuk mempraktikkan pengolahan minyak jelantah secara mandiri di rumah menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak yang berkelanjutan.

 

 

Mahasiswa KPM 27 berharap kegiatan ini dapat terus mendorong masyarakat Dukuh Ngunut 3 untuk lebih kreatif dan bijak dalam mengelola limbah rumah tangga, sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa dan warga melalui kegiatan Fatayat yang bermanfaat.

 

[KPM 27 Ngunut, Babadan]