berita_1759369869

PSGA LPPM UIN Ponorogo Tegaskan Peran Gender dalam Budaya K3 Kampus

Ponorogo – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan sekadar isu industri, tetapi juga kebutuhan vital di lingkungan akademik. Hal inilah yang melatarbelakangi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi K3 Perkantoran: Gerakan Perempuan Sehat Produktif bagi Dosen dan Karyawan, pada Rabu, 1 Oktober 2025 bertempat di Aula Lantai 3 Gedung PSB Kampus 2, UIN Ponorogo.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ari Susanti, ST., M.MKes. dan Esthi Dwi Handayani, SKM. Moderator sekaligus Ketua Panitia, Irma Rumtianing Uswatul Hanifah, M.S.I., menegaskan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek aktif dalam membangun budaya kerja sehat dan produktif.

Acara dibuka secara resmi oleh Asanam Rifai, ST., M.E.Sy., Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik pada BAUAK UIN Ponorogo. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa K3 merupakan kebutuhan dasar untuk menciptakan produktivitas akademik yang berkelanjutan. “Lingkungan kerja yang aman dan sehat adalah fondasi utama dalam melahirkan prestasi akademik yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua LPPM, Khaidarulloh, M.H.I. menyampaikan bahwa LPPM berkomitmen mendukung program K3 di kampus. Menurutnya, penerapan K3 harus menjadi budaya kolektif civitas akademika demi mendukung visi UIN Ponorogo sebagai kampus riset dan pengabdian yang berdaya saing.

Dalam paparannya, Ari Susanti menjelaskan pentingnya penerapan K3 di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus sehat tidak hanya melindungi sivitas akademika, tetapi juga meningkatkan kualitas produktivitas kerja. Senada, Esthi Dwi Handayani menyoroti aspek kesehatan kerja bagi perempuan. Ia menekankan bahwa kesehatan perempuan adalah kunci produktivitas, karena perempuan sering memegang peran ganda baik di ranah domestik maupun publik.

Antusiasme peserta, baik dosen maupun karyawan, terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka aktif dalam sesi diskusi dan simulasi praktik sederhana yang dipandu oleh narasumber. Banyak peserta menyadari bahwa penerapan K3 di lingkungan kerja kampus tidak hanya mencegah risiko kecelakaan, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang nyaman, aman, dan mendukung semangat akademik.

Dengan sosialisasi ini, PSGA LPPM berharap terbangun budaya baru di lingkungan UIN Ponorogo: budaya kerja sehat berbasis gender. “Gerakan Perempuan Sehat Produktif adalah bagian dari upaya menciptakan kampus yang inklusif, aman, dan berdaya,” pungkas Irma Rumtianing di akhir acara.