
Ponorogo – Momentum Ramadan dimaknai secara produktif oleh LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melalui Pusat Rumah Jurnal dan Publikasi Ilmiah (RJPI) dengan menggelar kegiatan Kajian Ramadan: Ngaji Penulisan Artikel Ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai secara daring melalui Zoom.
Acara menghadirkan Ismail Suardi Wekke, Ph.D. sebagai narasumber utama, dengan Azmi Mustaqim, M.A. sebagai moderator. Tema yang diangkat, “Spirit Intelektual, Kesarjanaan dan Keagamaan dalam Menulis Artikel”, menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana aktivitas menulis tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi bertransformasi menjadi kerja intelektual yang bernilai ibadah.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Edi Irawan, M.Pd., yang memberikan apresiasi atas inisiatif LPPM melalui RJPI dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berakar pada nilai spiritualitas. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya integrasi visi universitas ke dalam tradisi riset dan publikasi dosen.

Kepala Pusat RJPI, Dr. Harir Muzakki, M.H.I., dalam sambutannya juga menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk melambat, tetapi justru momentum untuk menguatkan budaya literasi akademik. Menurutnya, publikasi ilmiah harus dibangun di atas integritas, kedalaman analisis, dan orientasi kemaslahatan. “Menulis adalah tanggung jawab moral. Artikel ilmiah bukan sekadar syarat administratif, tetapi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu dan peradaban,” tegasnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua LPPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Unun Roudlotul Janah, M.Ag, yang menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kelembagaan LPPM dalam mengarusutamakan visi riset dan pengabdian berbasis nilai keislaman. Ia menyebut penguatan kapasitas menulis dosen dan peneliti sebagai bagian penting dari konsolidasi mutu kelembagaan. “Budaya riset yang kuat harus diiringi dengan budaya publikasi yang bertanggung jawab dan berintegritas,” ujarnya.
Dalam paparannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa artikel ilmiah adalah “manuskrip peradaban”. Spirit intelektual melahirkan kegelisahan akademik, kesarjanaan menegakkan disiplin metodologis, dan nilai keagamaan memberikan arah etik agar tulisan menjadi amal jariyah yang berdampak luas.
Diskusi berlangsung dinamis, membedah perumusan problem statement, diferensiasi argumen, kedisiplinan sitasi, hingga pentingnya prinsip keterbukaan dalam publikasi ilmiah. Peserta diajak merefleksikan kembali orientasi menulis—dari sekadar mengejar indeksasi menuju pengabdian intelektual yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, RJPI bersama LPPM UIN Ponorogo menegaskan komitmen membangun ekosistem publikasi yang kokoh secara akademik sekaligus bernyawa secara spiritual. Ramadan menjadi ruang konsolidasi, tempat intelektualitas dan religiusitas bertemu dalam satu tarikan napas: menulis untuk ilmu, menulis untuk nilai, menulis untuk peradaban.
By: LPPM Official Media Center