O

Kolaborasi KPM 31 Dan 32 Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Dan Praktik daur Ulang di Desa Wates, Jenangan, Ponorogo

Ponorogo – Kolaborasi dua tim Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Wates UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, yaitu Kelompok 31 dan Kelompok 32, sukses menyelenggarakan program kerja gabungan berupa sosialisasi pengelolaan sampah pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Mengusung tema “Sampah Dipilah, Desa Bersih, Warga Sehat, dan Penghasilan Bertambah”, kegiatan yang bertempat di Balai Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo ini menjadi wujud nyata sinergi antar-kelompok KPM dalam menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan.

 

 

Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat lokal. Tampak hadir ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT), pemuda Karang Taruna, serta jajaran warga dari berbagai RT di Dusun Galih dan Dusun Krajan Desa Wates. Kehadiran lintas unsur masyarakat ini menegaskan komitmen kolektif warga dalam menciptakan tata kelola lingkungan desa yang asri, sehat, dan mandiri secara ekonomi.

Sesi materi pertama menghadirkan Ibu Fajar Istikhomah, M.Sos., Dosen FUAD UIN Ponorogo, yang memaparkan edukasi mendasar mengenai pentingnya pemilahan sampah organik, anorganik, hingga B3 dari skala rumah tangga. Beliau menekankan konsep dan mekanisme pengoptimalan Bank Sampah di tingkat desa serta penggunaan alat press botol plastik untuk efisiensi penyimpanan. Melalui tata kelola sistematis tersebut, warga terdorong untuk mampu memilah sampah bernilai jual sebagai peluang tambahan pendapatan ekonomi keluarga maupun kelompok.

 

 

Tidak hanya fokus pada limbah kering, Selanjutnya, narasumber kedua, Muhammad Hasan Al Banna, S.Pt., M.Sc., yang merupakan Staff Pengajar Universitas Muhammadiyah Madiun, menyampaikan solusi pengelolaan sampah organik yang aplikatif dan berdaya guna tinggi. Beliau memperkenalkan teknik budidaya Maggot Lalat Tentara Hitam (Black Soldier Fly) sebagai metode biokonversi alami mengurai sisa pakan dapur menjadi pakan ternak kaya protein. Selain itu, dipaparkan pula efisiensi pemanfaatan teknologi Rocket Stove untuk pembakaran sampah kering organik yang hemat energi serta minim asap lingkungan.

 

 

Suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi praktik pembuatan sabun dari minyak goreng bekas (jelantah). Ibu-ibu KWT dan warga sangat bersemangat mengikuti setiap tahapan pemrosesan limbah minyak cair menjadi sabun pembersih serbaguna yang aman dan hemat. Praktik ini membuktikan bahwa dengan pengetahuan tepat, bahan limbah yang semula berpotensi mencemari lingkungan dan saluran air dapat disulap menjadi produk domestik berdaya guna tinggi.

 

 

Melalui program kolaborasi KPM Kelompok 31 dan 32 yang berlangsung hangat dan interaktif selama lebih dari dua jam ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif yang kuat bagi warga Dusun Galih dan Dusun Krajan. Sinergi antara edukasi terpadu dan keterlibatan aktif KWT serta Karang Taruna ini menjadi pijakan awal bagi pembentukan budaya memilah sampah dari rumah demi terwujudnya Desa Wates yang bersih, sehat, dan sejahtera.