Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 83 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Berbagai program tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, ibu-ibu PKK, pelaku usaha, serta siswa sekolah dasar yang berada di wilayah Desa Ngraket. Program-program yang dilaksanakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil observasi dan koordinasi bersama pemerintah desa serta pihak sekolah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang sederhana, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi dan edukasi digitalisasi sistem pembayaran serta perlindungan konsumen, sosialisasi pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu PKK, sosialisasi gemar menabung kepada siswa sekolah dasar, serta sosialisasi stop bullying di lingkungan sekolah. Setiap program dikemas dengan metode penyampaian yang komunikatif dan melibatkan peserta secara aktif melalui diskusi maupun praktik langsung. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung, baik melalui sesi tanya jawab maupun praktik. Kehadiran mahasiswa KPM diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ngraket.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan edukasi mengenai digitalisasi sistem pembayaran serta perlindungan konsumen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap perkembangan transaksi digital yang kini semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis pembayaran digital, khususnya penggunaan QRIS sebagai salah satu metode transaksi yang praktis dan aman. Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan berbagai keuntungan penggunaan sistem pembayaran digital bagi pelaku usaha maupun konsumen. Materi disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.
Selain membahas digitalisasi pembayaran, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen dalam melakukan transaksi. Peserta memperoleh informasi mengenai hak dan kewajiban konsumen berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk pentingnya menyimpan bukti transaksi dan memahami syarat pembelian suatu produk. Mahasiswa juga memberikan contoh berbagai modus penipuan digital yang sering terjadi agar masyarakat lebih waspada ketika bertransaksi secara elektronik. Diskusi berlangsung secara interaktif karena peserta turut menyampaikan pengalaman mereka saat menggunakan layanan pembayaran digital. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin bijak memanfaatkan teknologi sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai risiko transaksi digital.

Program berikutnya adalah sosialisasi pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu PKK Desa Ngraket. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan yang sederhana dan mudah diterapkan di rumah. Mahasiswa memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan, fungsi setiap bahan, serta tahapan pembuatan sabun cuci piring yang benar. Seluruh peserta mengikuti proses pembuatan secara langsung sehingga dapat memahami setiap langkah dengan baik. Suasana pelatihan berlangsung aktif karena peserta turut mencoba proses pencampuran bahan hingga menghasilkan produk jadi.
Tidak hanya berfokus pada proses pembuatan, mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai peluang pemanfaatan produk sebagai usaha rumahan. Peserta diajak berdiskusi mengenai pentingnya kualitas produk, kebersihan dalam proses produksi, serta strategi sederhana dalam pengemasan agar memiliki nilai jual. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh, masyarakat dapat menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus berpotensi menambah pendapatan keluarga. Ibu-ibu PKK memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memberikan keterampilan baru yang praktis. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi awal munculnya inovasi usaha kecil yang berbasis potensi masyarakat desa.

Selain program edukasi, Kelompok 83 juga berpartisipasi dalam kegiatan Senam Lansia Lien Tien Kung yang diselenggarakan di Lapangan Jepun, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut merupakan agenda yang bertujuan mendorong masyarakat, khususnya para lansia, untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang teratur. Senam diikuti oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Balong dan sekitarnya. Kehadiran peserta dalam jumlah yang besar menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang mendukung kesehatan dan kebugaran. Mahasiswa KPM turut berperan dalam membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan Senam Lansia Lien Tien Kung, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program kesehatan. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempererat hubungan dengan warga dari berbagai desa yang hadir. Suasana kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat, sehingga menciptakan lingkungan yang positif bagi seluruh peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik para lansia, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta kebersamaan antarwarga. Partisipasi Kelompok 83 dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembiasaan gaya hidup sehat dan aktif.

Dalam bidang pendidikan, Kelompok 83 juga melaksanakan sosialisasi gemar menabung kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya mengelola uang sejak usia dini. Mahasiswa menjelaskan manfaat menabung sebagai kebiasaan positif yang dapat membantu memenuhi kebutuhan di masa depan serta melatih sikap disiplin dalam mengatur keuangan. Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa. Suasana pembelajaran dibuat menyenangkan agar siswa lebih antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.
Mahasiswa juga memberikan berbagai contoh kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan anak-anak untuk mulai menabung secara rutin. Siswa diajak memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar, melainkan dapat dilakukan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan. Melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif, siswa tampak aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Banyak siswa yang menyampaikan pengalaman mereka mengenai kebiasaan menyisihkan uang saku di rumah maupun di sekolah. Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang lebih hemat, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak dini.

Selain sosialisasi menabung, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi stop bullying kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, penyebab terjadinya bullying, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Mahasiswa memberikan berbagai contoh situasi yang sering dijumpai di lingkungan sekolah agar siswa lebih mudah memahami materi. Penyampaian dilakukan secara komunikatif sehingga siswa merasa nyaman untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.
Pada akhir kegiatan, siswa diajak untuk bersama-sama membangun budaya saling menghargai dan menghormati sesama teman. Mahasiswa menekankan pentingnya memiliki rasa empati, berani menolak tindakan perundungan, serta tidak ragu melaporkan kepada guru apabila menemukan kasus bullying di sekolah. Siswa juga diajak berkomitmen menciptakan suasana belajar yang penuh rasa saling menghormati tanpa adanya tindakan yang merugikan orang lain. Kegiatan berlangsung dengan antusias karena siswa aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pendapat mengenai pengalaman mereka di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi ini diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya sikap saling menghargai semakin meningkat sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang positif dan kondusif.
Kelompok: 83
Lokasi KPM: Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo
Penulis: Kelompok 83 KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo