
Sabtu, 1 Agustus 2026- Kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 110 UIN Ponorogo melaksanakan program pelatihan pembuatan briket arang berbahan dasar sekam padi di Desa Kedondong dengan mengusung tema “Inovasi Briket Sekam Padi sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis” sebagai upaya pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Sebelum pelaksanaan program, mahasiswa melakukan inkulturasi dengan bersilaturahmi kepada perangkat desa dan masyarakat untuk menggali informasi serta mengidentifikasi potensi desa. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa mayoritas warga berprofesi sebagai petani padi, sehingga menghasilkan limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa menggagas program pelatihan pembuatan briket arang sebagai alternatif pemanfaatan limbah pertanian sekaligus peluang usaha bagi masyarakat yang bernilai ekonomis. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga dan perwakilan warga agar pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari salah satu pemateri dari kelompok 110 saudara Anton Nugroho mengenai manfaat briket arang, potensi ekonomi, serta proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inovasi yang diperkenalkan.
Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan briket arang kelompok mulai dari proses karbonisasi sekam padi, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan dengan pendampingan dari demonstran mahasiswa KPM. Melalui praktik ini, peserta pelatihan memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelompok.

