WhatsApp Image 2026-08-06 at 19.03.12

Tak Sekadar Belajar! KPM Multidisiplin Kelompok 39 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Ajak Siswa SDN 3 Talun Praktik Sikat Gigi dan Cuci Tangan yang Benar

Ponorogo, 1 Agustus 2026 — Mahasiswa KPM Multidisiplin Kelompok 39 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan program kerja di bidang pendidikan dan kesehatan melalui Sosialisasi Kesehatan Anak bertajuk “Senyum Ceria, Tangan Bersih: Edukasi Menyikat Gigi dan Mencuci Tangan yang Benar Sejak Dini” pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini diselenggarakan di SDN 3 Talun, Dusun Tritis, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo dan diikuti oleh 62 siswa kelas I hingga kelas VI.

Program kerja ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini melalui edukasi yang interaktif dan menyenangkan. Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diajak mempraktikkan secara langsung cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar sehingga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan senam pagi lalu pembukaan yang dilanjutkan ice breaking untuk membangun semangat belajar siswa. Suasana kelas menjadi semakin meriah melalui berbagai permainan sederhana dan lagu-lagu edukatif yang membuat siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pendekatan belajar sambil bermain tersebut dipilih agar materi kesehatan dapat diterima dengan mudah oleh seluruh peserta.

Gambar 1. Senam, Pembukaan dan Ice Breaking Bersama Seluruh Siswa

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Materi pertama membahas pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pemateri menjelaskan fungsi setiap jenis gigi, manfaat menjaga kebersihan gigi, dampak apabila tidak menyikat gigi secara rutin, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, cara memilih sikat gigi dan pasta gigi yang sesuai, hingga makanan yang baik maupun yang perlu dibatasi agar kesehatan gigi tetap terjaga. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media PowerPoint yang dipadukan dengan video edukatif sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KPM mendemonstrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan phantom gigi. Sebelum kegiatan berlangsung, seluruh siswa telah dihimbau membawa sikat gigi, pasta gigi, dan cangkir dari rumah sehingga mereka dapat langsung mengikuti praktik bersama. Melalui demonstrasi tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai cara menjaga kebersihan gigi dengan teknik yang benar.

Gambar 2. Demonstrasi Menyikat Gigi Menggunakan Phantom Gigi

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Setelah sesi kesehatan gigi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. Pemateri mengajak siswa menyaksikan video interaktif mengenai kuman yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Tayangan tersebut memberikan gambaran bahwa tangan yang tampak bersih belum tentu terbebas dari kuman penyebab penyakit. Siswa juga dikenalkan berbagai penyakit yang dapat muncul akibat tangan yang kotor, pentingnya penggunaan sabun saat mencuci tangan, serta waktu-waktu yang tepat untuk mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi enam langkah mencuci tangan yang benar. Seluruh siswa mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat sambil diiringi lagu edukatif sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat. Metode pembelajaran yang memadukan visual, praktik langsung, dan musik ini membuat siswa aktif terlibat dalam setiap sesi.

Gambar 3. Penyampaian Materi

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, mahasiswa KPM juga mengadakan kegiatan potong kuku bersama bagi siswa yang kukunya terlihat panjang maupun kotor. Kegiatan sederhana tersebut menjadi edukasi bahwa menjaga kebersihan tubuh tidak hanya dilakukan melalui menyikat gigi dan mencuci tangan, tetapi juga dengan menjaga kebersihan kuku agar terhindar dari penumpukan kuman penyebab penyakit.

Gambar 4. Potong Kuku Bersama

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Usai penyampaian materi, seluruh siswa diajak mempraktikkan menyikat gigi bersama menggunakan perlengkapan yang telah dibawa dari rumah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan mencuci tangan bersama sesuai langkah-langkah yang telah dipelajari. Kegiatan praktik ini menjadi bagian yang paling menarik karena seluruh siswa dapat langsung menerapkan materi yang telah diterima dalam suasana belajar yang menyenangkan.

Gambar 5. Praktik Menyikat Gigi dan Mencuci Tangan Bersama

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berani mengemukakan pendapat, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penyebab gigi berlubang, cara menjaga kesehatan gigi, hingga alasan pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, mahasiswa KPM mengadakan sesi kuis interaktif yang disambut dengan penuh semangat. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta pembuatan video dokumentasi sebagai media publikasi kegiatan KPM Multidisiplin Kelompok 39. Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh siswa SDN 3 Talun mampu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting, serta menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program kerja ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan anak sejak dini melalui edukasi yang inovatif, interaktif, dan aplikatif.

Penulis:

Tim Publikasi KPM Multidisiplin Kelompok 39 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo