KPM123-3

Skeptis Dulu Baru Percaya! Pengalaman Warga Duwet Ramaikan Talkshow Perlindungan Konsumen

Plaosan – Kelompok KPM 123 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bekerja sama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Talkshow Perlindungan Konsumen bertema “Perlindungan Konsumen melalui Cakap Digital” pada Minggu (26/7) pukul 13.00 WIB hingga selesai di Pendopo Lingkungan Duwet. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan konsumen di tengah maraknya berbagai modus penipuan.

Talkshow menghadirkan Iswahyudi, salah satu dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi perlindungan data pribadi, pengenalan berbagai modus penipuan digital, serta penerapan prinsip Stop, Cek, Lindungi sebagai langkah pencegahan sebelum melakukan transaksi.

Acara berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh lebih dari 40 peserta yang terdiri atas warga Lingkungan Duwet dari berbagai kelompok usia. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi dengan antusias, ditandai dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan terkait perlindungan konsumen serta berbagai modus penipuan yang pernah mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang peserta, Kasno, membagikan pengalamannya saat menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum sales sekitar satu tahun lalu. Menurut penuturannya, ia didatangi dua orang yang menawarkan pupuk NPK 16-16 dengan alasan terdapat kelebihan stok pengiriman ke wilayah Tawangmangu. Setelah diyakinkan dengan penawaran tersebut, Kasno membeli dua karung pupuk seharga Rp700 ribu. Namun, setelah diperiksa oleh rekannya yang memiliki pengetahuan di bidang pertanian, pupuk tersebut diduga tidak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan saat penawaran. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati terhadap sales yang menawarkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kasno mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi perlindungan konsumen. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai berbagai modus penipuan sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap penawaran yang belum jelas kebenarannya.

Suasana menjadi semakin hidup ketika Ketua RW Bapak Jamin, maju untuk membagikan pengalaman nyata salah satu warganya yang akun WhatsApp-nya sempat tersadap akibat tidak sengaja mengklik tautan mencurigakan dari nomor tak dikenal. Menanggapi kasus tersebut, pemateri langsung memberikan solusi praktis dengan menyarankan seluruh warga untuk segera mengaktifkan fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification) di pengaturan akun WhatsApp masing-masing, tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, serta selalu waspada dan mengabaikan pesan berisi tautan tak dikenal demi menjaga keamanan data pribadi mereka.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen, mampu mengenali berbagai modus penipuan, serta lebih bijak dalam mengambil keputusan sebelum melakukan transaksi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kelompok KPM 123 dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan konsumen.

Penulis: Firman Thoriqul Huda