WhatsApp Image 2026-08-06 at 15.29.12

Mahasiswa KPM 117 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Ajak Warga Desa Klorogan Olah Limbah Pertanian Menjadi BioBoard

Madiun, 26 Juli 2026 – Desa Klorogan memiliki potensi limbah pertanian yang cukup melimpah, terutama sekam padi dan sabut kelapa. Namun, limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali hanya dibuang atau dibakar sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 117 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Pembuatan BioBoard sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

BioBoard merupakan biomaterial komposit yang dibuat dari campuran sekam padi, sabut kelapa, dan perekat sehingga menghasilkan material yang kuat, ringan, serta memiliki berbagai manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai tatakan gelas, rak bumbu, nomor rumah, hingga berbagai produk dekorasi dan kerajinan. Melalui inovasi ini, limbah pertanian yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual serta berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian dan pengenalan BioBoard sebagai salah satu inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KPM menjelaskan manfaat BioBoard, proses pembuatannya, serta peluang pengembangannya sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai permasalahan limbah pertanian yang selama ini dihadapi serta solusi yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan sekitar.

Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pembuatan BioBoard secara langsung. Mulai dari pengenalan bahan baku, proses pencampuran sekam padi dan sabut kelapa dengan perekat, pencetakan, pengepresan, hingga proses pengeringan. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya memperhatikan setiap tahapan, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba membuat BioBoard secara mandiri bersama mahasiswa KPM.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sekam padi dan sabut kelapa sebagai limbah yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan BioBoard juga diharapkan mampu membuka peluang usaha berbasis potensi lokal, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Desa Klorogan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat secara langsung. Mahasiswa KPM 117 berharap BioBoard dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai produk unggulan desa yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan.