KPM54-1

Stop Bullying! Kelompok KPM 54 UIN Ponorogo Mengajak Siswa SDN Ronosentanan Siman Ponorogo Wujudkan Teman Baik dan Sekolah Ceria

Siman, Ponorogo- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Mayarakat (KPM) Kelompok 54 Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bullying kepada siswa kelas III sampai kelas VI SDN Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Teman Baik, Sekolah Cerita: Stop Bullying” Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai saling menghargai, menghormati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Ronosentanan  dan dihadiri oleh dosen pamong KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, dewan guru, serta staf sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SDN Ronosentanan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KPM Kelompok 54 atas terselenggaranya kegiatan yang memberikan edukasi penting mengenai pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Beliau berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sosialisasi Anti Bullying KPM Kelompok 54 menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar siswa lebih memahami bahaya bullying serta pentingnya saling menghargai, peduli, dan menjaga hubungan baik dengan teman agar tidak dinormalisasikan. Program sosialisasi diikuti dengan antusias oleh siswa-siswi SDN Ronosentanan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KPM memberikan edukasi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama teman.

Selain penyampaian materi, mahasiswa KPM juga mengajak para siswa untuk berpartisipasi aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Dengan metode pembelajaran yang komunikatif, siswa diajak mengenali contoh-contoh perilaku bullying yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Mahasiswa turut memberikan penjelasan mengenai cara mencegah bullying, pentingnya berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan, serta mengajak siswa menjadi teman yang baik bagi semua.

Sebagai bentuk pendekatan yang lebih personal, mahasiswa KPM menyediakan Kotak Ungkapan, yaitu sebuah media yang digunakan siswa untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, maupun cerita yang berkaitan dengan bullying. Setiap siswa diberikan selembar kertas untuk menuliskan ungkapan, pengalaman, atau harapan mereka terkait lingkungan sekolah yang nyaman dan bebas dari perundungan. Setelah selesai menulis, seluruh kertas ditempelkan pada Kotak Ungkapan yang telah disediakan. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya secara jujur sehingga mahasiswa maupun pihak sekolah dapat memahami kondisi yang dirasakan peserta didik. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang menyenangkan melalui permainan edukatif dan sesi tanya jawab. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan berani menyampaikan pendapat mereka. Melalui kegiatan ini, termasuk adanya Kotak Ungkapan sebagai tempat siswa berbagi cerita dan pengalaman, KPM Kelompok 54 berharap dapat membantu menciptakan lingkungan SDN Ronosentanan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.