WhatsApp Image 2026-08-03 at 16.51.43

Kolaborasi KPM 28 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Desa Ngunut Babadan Ponorogo

Ponorogo – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Multidisiplin Kelompok 28 Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan bagi masyarakat Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Ngunut tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan di bidang ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kolaborasi antardua perguruan tinggi ini sekaligus mencerminkan komitmen akademisi dalam menghadirkan solusi edukatif terhadap berbagai tantangan sosial-ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama pada era transformasi digital yang semakin dinamis.

Penyelenggaraan sosialisasi ini dilandasi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, terencana, dan berkelanjutan. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan pola transaksi keuangan dari sistem konvensional menuju sistem digital yang menawarkan kemudahan, namun juga menghadirkan berbagai risiko apabila tidak diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting mengingat semakin maraknya penggunaan layanan keuangan digital, investasi berbasis aplikasi, pinjaman daring, hingga sistem pembayaran elektronik yang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial secara rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat secara lebih luas.

Pada awalnya, kegiatan ini dijadwalkan menghadirkan Nurma Fitriana, M.SM., Direktur Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai narasumber utama. Namun, karena berhalangan hadir, penyampaian materi didelegasikan kepada Zidnaa Luthfa Hudaaka, M.E., yang mewakili Galeri Investasi FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan mengelola uang semata, melainkan merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, serta keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan finansial secara tepat. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang memiliki ketahanan ekonomi, mampu merencanakan masa depan, dan terhindar dari berbagai praktik keuangan yang merugikan.

Materi yang disampaikan dikemas secara sistematis dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Pembahasan meliputi prinsip dasar pengelolaan keuangan rumah tangga, penyusunan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, pentingnya membangun kebiasaan menabung, penyediaan dana darurat, serta pengenalan berbagai instrumen investasi yang legal dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai salah satu inovasi transaksi non-tunai yang praktis, cepat, dan aman. Narasumber juga memberikan edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal, risiko penggunaan layanan paylater secara berlebihan, serta berbagai modus penipuan investasi digital yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Dengan demikian, materi yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memberikan bekal praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perangkat Desa Ngunut, anggota PKK, Karang Taruna, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat umum. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti setiap sesi secara aktif. Hal tersebut tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber mengenai pengelolaan keuangan keluarga, strategi menabung, pemilihan investasi yang aman, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas ekonomi. Diskusi yang berlangsung secara interaktif menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kesadaran yang semakin tinggi terhadap pentingnya literasi keuangan sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki di tengah perkembangan ekonomi digital. Interaksi tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara peserta dan narasumber mengenai berbagai tantangan finansial yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, panitia melaksanakan pendataan terhadap pelaku UMKM Desa Ngunut yang bersedia mengimplementasikan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Pendataan tersebut merupakan langkah awal dalam mendorong percepatan digitalisasi sektor usaha mikro di tingkat desa. Melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pelayanan kepada konsumen, serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara edukasi literasi keuangan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi yang berorientasi pada pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Ngunut. Peserta memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya menyusun anggaran rumah tangga, mengelola pendapatan dan pengeluaran secara proporsional, membangun dana darurat sebagai bentuk mitigasi risiko keuangan, serta memilih instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing. Selain itu, masyarakat juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab, sehingga mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan teknologi maupun kerugian akibat rendahnya literasi finansial. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan mampu membentuk perilaku keuangan yang lebih bijaksana dan mendukung terciptanya kemandirian ekonomi keluarga dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan ini merupakan implementasi dari tema “Sustainable Community Development Berbasis Ekoteologi dalam Penguatan Multisektor”, khususnya pada aspek penguatan sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara KPM Multidisiplin 28 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun masyarakat yang semakin cerdas secara finansial, adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri dalam pengelolaan ekonomi keluarga, serta mampu memanfaatkan inovasi digital secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat lainnya yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.