WhatsApp Image 2026-08-03 at 16.13.41

Sosialisasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di SDN 1 Bedingin

Ponorogo, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 64 Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 08.00 WIB di SDN 1 Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDN 1 Bedingin sebagai upaya menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh pemateri dari anggota KPM Kelompok 64 Desa Bedingin, yaitu saudara Hafidh Prayogo Pamungkas dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Dalam penyampaian materinya, pemateri menggunakan metode interaktif yang dipadukan dengan tanya jawab, permainan edukatif, serta diskusi bersama peserta didik sehingga suasana belajar menjadi menyenangkan dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan meliputi makna Cinta Rupiah melalui kebiasaan merawat uang dengan baik menggunakan prinsip 5 Jangan (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi), Bangga Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa Indonesia, serta Paham Rupiah dengan mengenalkan fungsi uang, ciri-ciri keaslian Rupiah, dan pentingnya menggunakan uang secara bijak sesuai kebutuhan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, serta berpartisipasi dalam setiap sesi pembelajaran. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi SDN 1 Bedingin mampu menerapkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh menjadi generasi yang menghargai mata uang Indonesia, bijak dalam mengelola uang, dan memiliki semangat untuk menjaga simbol kedaulatan bangsa.

Gambar 1. Hafidh Prayogo Pamungkas, mahasiswa KPM Kelompok 64 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, menyampaikan materi Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada siswa-siswi SDN 1 Bedingin melalui penyampaian materi yang interaktif disertai tanya jawab dan permainan edukatif.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, kuis, dan tanya jawab. Siswa-siswi SDN 1 Bedingin menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai fungsi uang Rupiah, cara mengenali keaslian uang, serta pentingnya menjaga uang agar tetap layak edar. Peserta juga aktif mengikuti kuis yang diberikan oleh pemateri dan mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, peserta memberikan respon yang sangat positif. Mereka merasa senang karena materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami. Melalui sosialisasi ini, siswa menjadi lebih memahami pentingnya mencintai Rupiah dengan merawatnya, bangga menggunakan Rupiah sebagai mata uang Indonesia, serta memahami fungsi dan manfaat uang dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pemateri, guru-guru SDN 1 Bedingin, Mahasiswa KPM Kelompok 64 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, dan seluruh siswa sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Momen ini mencerminkan semangat kolaborasi antara pihak sekolah dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini.

Gambar 2. Foto bersama pemateri, guru SDN 1 Bedingin, Mahasiswa KPM Kelompok 64 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, dan seluruh siswa setelah pelaksanaan Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KPM Kelompok 64 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap siswa-siswi SDN 1 Bedingin semakin memahami pentingnya mencintai, membanggakan, dan menggunakan Rupiah secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter generasi muda yang peduli terhadap mata uang Indonesia, mampu mengelola uang dengan baik, serta memiliki rasa nasionalisme melalui penghargaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.