Kelompok 71 - 2

Sosialisasi “Pilah Sampah, Sekolah Indah” di SDN Tegalsari oleh KPM Kelompok 71 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

TEGALSARI, PONOROGO — Kesadaran akan kebersihan dan kelestarian lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 71 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar program kerja edukatif bertajuk “Pilah Sampah, Sekolah Indah” di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah dasar Desa Tegalsari ini melibatkan jajaran guru, para mahasiswa KPM, serta antusiasme tinggi dari puluhan siswa-siswi. Program ini tidak hanya berfokus pada aksi kebersihan semata, tetapi juga memberikan edukasi mendalam mengenai pengelolaan sampah secara bijak agar lingkungan sekolah tetap terjaga keasrian dan keindahannya.

 

 

Memahami Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa KPM Kelompok 71 menjelaskan secara sederhana namun komprehensif mengenai klasifikasi sampah. Materi utama diawali dengan pengenalan sampah organik, yaitu jenis sampah hayati yang berasal dari sisa makhluk hidup dan bersifat mudah membusuk serta terurai secara alami oleh mikroorganisme. Siswa diajak untuk mengenali contoh nyata di sekitar mereka, seperti sisa makanan, kulit buah, daun-daun kering, dan ranting pohon. Dijelaskan pula bahwa sampah organik dapat diolah kembali menjadi barang yang sangat bermanfaat, seperti pupuk kompos alami untuk menyuburkan tanaman sekolah.

Selain sampah organik, para siswa juga dibekali pengetahuan mengenai sampah anorganik. Jenis sampah ini merupakan sisa bahan non-hayati atau hasil proses sintetis pabrikasi yang sangat sulit atau membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Contoh sampah anorganik yang sering dijumpai di lingkungan sekolah antara lain botol plastik, kantong kresek, kaleng minuman, dan bungkus makanan ringan. Mahasiswa menekankan pentingnya mendaur ulang ( recycle ) sampah jenis ini atau mengumpulkannya ke bank sampah agar tidak mencemari lingkungan. Melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dini, kami berharap para siswa tidak hanya menjaga kebersihan di sekolah, tetapi juga membawa kebiasaan baik ini ke rumah dan lingkungan masyarakat.

 

 

Praktek Langsung dan Penyerahan Tempat Sampah dari Mahasiswa KPM Kelompok 71 UIN Ponorogo ke SDN Tegalsari
Guna memastikan pemahaman materi diserap dengan baik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktek pemilahan sampah secara langsung. Tim KPM Kelompok 71 menyediakan tempat sampah terpilah dengan warna berbeda (hijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah anorganik) di titik-titik strategis area sekolah. Siswa-siswi tampak sangat antusias saat diajak berlatih membuang sampah sesuai dengan kategori yang telah dipelajari.

Pihak sekolah mengapresiasi tinggi inisiatif dan kontribusi positif dari mahasiswa KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Berkat pelaksanaan program “Pilah Sampah, Sekolah Indah” ini, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi lebih bersih, rapi, dan indah, tetapi juga berhasil menumbuhkan karakter peduli lingkungan dalam diri siswa-siswi Desa Tegalsari sejak dini.