Screenshot 2026-08-03 134041

Hijaukan Sekolah, Sehatkan Siswa: Mahasiswa KPM UIN Ponorogo Sulap MPLS SDN 1 Wagir Lor Jadi Aksi Tanam TOGA!

Rabu, 15 Juli 2026 – Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaboratif Moderasi Beragama Kelompok 2 bersama SDN 1 Wagir Lor melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini merupakan bagian dari program KPM Kolaboratif Moderasi Beragama yang melibatkan mahasiswa dari UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STABN) Raden Wijaya Wonogiri di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN 1 Wagir Lor ini diikuti oleh guru, mahasiswa, dan siswa-siswi dengan penuh semangat. Program penanaman TOGA dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya memanfaatkan tanaman sebagai alternatif obat alami yang mudah dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Berbagai jenis tanaman obat ditanam bersama, di antaranya jahe, kunyit, kencur dan serai. Selain melakukan penanaman, mahasiswa KPM juga memberikan penjelasan mengenai manfaat setiap tanaman, cara perawatan, serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia.

Ketua Kelompok 2 KPM Kolaboratif Moderasi Beragama menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para siswa. “Kami ingin menanamkan pemahaman kepada adik-adik bahwa tanaman di sekitar kita memiliki banyak manfaat. Selain menjaga lingkungan, mereka juga dapat mengenal dan memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif alami untuk menjaga kesehatan. Semoga taman TOGA ini dapat terus dirawat dan menjadi media pembelajaran yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Kepala SDN 1 Wagir Lor turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan taman TOGA di sekolah dapat menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus memperkuat pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai moderasi beragama. Diharapkan, keberadaan TOGA di SDN 1 Wagir Lor dapat menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan serta mendorong tumbuhnya generasi yang peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Penulis: Moh. Fatkhur Rohman