Ponorogo, 26 Juli 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, mahasiswa KPM 02 Kolaboratif Moderasi Beragama yang terdiri atas mahasiswa UIN Ponorogo dan STABN Raden Wijaya Wonogiri melaksanakan kegiatan pembuatan hasta karya dari bahan bekas pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Gereja Betel Tabernakhel, Dukuh Bentis, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel. Kegiatan yang merupakan bagian dari program KPM di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia ini melibatkan pendeta, jemaat gereja, dan kurang lebih 20 peserta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghias gereja dalam rangka menyambut peringatan HUT RI ke-81 sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pemanfaatan barang bekas.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pendeta dan jemaat gereja mengenai konsep dekorasi yang akan dibuat. Mahasiswa KPM bersama peserta kemudian mengumpulkan dan menyiapkan berbagai bahan bekas yang masih layak digunakan, seperti Sedotan, botol bekas, dan bahan daur ulang lainnya. Dengan semangat gotong royong, peserta mulai merancang berbagai hiasan bernuansa merah putih yang akan dipasang di area gereja.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan antusiasme. Para peserta saling berbagi ide dan kreativitas dalam membuat aneka hasta karya, mulai dari gantungan hias, hingga dekorasi sederhana yang mempercantik lingkungan gereja. Selain menghasilkan hiasan yang menarik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang-barang bekas yang memiliki nilai guna.
Ketua Kelompok KPM 02 Kolaboratif Moderasi Beragama, Muhaimin Isnaini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat moderasi beragama dan pengabdian kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk berkarya dan memberikan manfaat bersama. Selain menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan antara mahasiswa, pendeta, dan jemaat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan bahan bekas secara kreatif,” ujarnya.
Kegiatan pembuatan hasta karya ini berhasil menghasilkan berbagai dekorasi yang akan digunakan untuk memperindah Gereja Betel Tabernakhel selama peringatan HUT RI. Diharapkan, kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KPM, pendeta, dan jemaat gereja dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan positif lainnya. Melalui semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Penulis: Mohammad Fatkhur Rohman